TERAPEUTIK #01 | Setelah Hujan Sore-Sore
Senin, 9 Januari 2023 | 17.15 WIB
![]() |
| Terapeutik #01 |
Draf ini aku tulis setelah hujan
di sore hari. Setelah lama tidak mengetik di depan laptop. Tanganku sangat kaku
untuk menari-nari di atas keyboard. Aku memaksa diri untuk menulis. Hal
ini karena kepalaku sangat berisik, tetapi tubuhku just stay. Kayak…
ngerti nggak, sih? I trapped.
Selama bertahun-tahun, aku
meluapkan apa yang ada di pikiran ke dalam bentuk tulisan. Ada yang diunggah,
tapi kebanyakannya tidak. Aku kesal sekali ketika kepalaku sangat berisik,
tetapi tubuhku malah diam saja. Ugh, ingin berteriak, tetapi tidak bisa
juga. Diam saja. Makanya aku paksakan saat ini.
Walaupun sekarang suasana setelah
hujan, tetapi aku tidak mencium bau petrikor. Ya, karena aku tidak keluar
rumah. Diam saja di kamar setelah re-layout beberapa barang dan membuang
beberapa barang yang sudah rusak. Cukup membuatku senang melihat kamarku yang
rapi dan terlihat sedikit lebih luas daripada biasanya. Namun, masih ada kasur
yang membuatlu bingung harus dibagaimanakan agar tata letaknya lebih nyaman.
Wah, jadi ingat lagunya Sal
Priadi yang judulnya “Kita Usahakan Rumah Itu”.
Menurutku lagunya keren. Liriknya
terasa dekat karena menggunakan kata-kata sehari-hari. Melodinya easy
listening. Kisahnya terasa mengharukan. Pokoknya aku suka lagunya.
Omong-omong, beberapa hari yang
lalu atap kamarku bocor. Inilah hal utama yang menggerakkan aku untuk melakukan
tata ulang ruangan kamarku hahaha. Tapi, tenang saja, semuanya sudah
diperbaiki. Ayahku sangat gerak cepat (gercep) untuk menanganinya. Keren
banget emang!
Hm, kayaknya di luar mulai
gerimis lagi. Tadinya aku mau jajan eskrim, tetapi tidak jadi karena keburu
malas. Ya sudah, sepertinya nanti aku akan ikut menjemput ibu di warung nasi.
Sekarang aku mau putar musik.
Tepatnya lagunya Sal Priadi. Sudah dulu, ya. Mungkin lain kali aku akan
berkisah lagi. Bukan kisah, sih. Ya, celotehan nggak jelas yang bikin kepalaku
berisik, deh. Update: Pada baris ini, kepalaku sudah tidak terlalu
berisik. Bibirku sudah bisa tersenyum. Sudah, sudah, sekian, ya.
-17.35 WIB-

Komentar
Posting Komentar